![]() |
Illustrasi : agus karianto
|
Suatu hari, si kancil yang terkenal sok usil terhadap teman-temannya ingin menguji kebenaran sifat teman-temannya.
"Aku ingin menguji salah satu temanku, ah! Apa benar mereka jujur dan bisa menjaga amanah," kata si kancil dalam hati.
Kemudian si kancil mulai mencari sasaran, siapa di antara temannya yang bisa dijadikan uji cobanya. Nah, kebetulan saat itu ada seekor tokek sedang berjemur di bawah sinar matahari di pinggir sungai.
"Assalamu'alaikum, tokek," sapa si kancil.
"Wa'alaikumussalam warahmatullohi wabarokatuh," jawab si tokek. "Wah, mau jalan-jalan kemana, Cil?"
"Oooo aku baru saja lari pagi, tokek," jawab si kancil "Bukankah lari pagi itu sangat baik buat kesehatan kita. Racun-racun yang ada di kulit kita akan keluar bersama air keringat. Jadi tubuh kita semakin sehat!"
"O begitu ya, Cil?"
"Iya, tokek. O iya , Tokek, tadi aku dipanggil Raja, katanya sang Raja mau bepergian jauh. Nah, beliau memberikan perintah agar aku memberikan tongkat ajaibnya kepada kamu untuk merawat dan menjaganya selama Raja bepergian." kata si kancil
Si tokek terdiam keheranan. "Apakah benar ucapan si kancil ini?" pikir si tokek. "Bukankah di kerajaan banyak para prajurit yang layak bertugas menjaganya?"
"Bagaimana...kamu mau atau tidak, tokek ?"
"Tapi.....???!!!" si tokek bingung dan terdiam.
"Lho..kamu kok sepertinya ragu dengan ucapanku?" kata si kancil. "Bukankah selama ini kalian terkenal jujur dan suka menjaga amanah. Kalau kamu tidak mau maka aku akan mengembalikan amanah ini kepada baginda Raja."
"Engng...iya..iya...iya...aku mau," jawab si tokek tanpa berpikir panjang.
"Nah...gitu dong...silahkan kamu terima tongkat ajaib ini," kata si kancil sambil memberikan benda mirip tongkat kepada si tokek. "Tapi kamu harus hati-hati jangan sampai tongkat ini hilang ya!"
"Iya...iya...iya...insyaallah aku akan menjaganya...ini khan perintah sang raja...jadi suatu kehormatan bagiku mendapat amanahnya."
Kemudian si tokek menerima sebuah benda mirip tongkat. Benda itu berasal dari potongan dahan pohon yang dibentuk mirip tongkat. Ukurannya cukup besar dan berat. Si tokek merasa kesulitan menerima dan mengangkat tongkat tersebut. Tubuhnya terlalu kecil dan dirinya kesulitan mengangkatnya. Oleh karena itu si tokek meletakkan begitu saja tongkat tersebut di pinggir sungai. Si kancil tersenyum melihat tingkah temannya sambil berjalan meninggalkan si tokek.
Si tokek terdiam dan tidak mengerti mengapa ia begitu saja menerima perintah si kancil.
"Assalamu'alaikum, tokek," sapa si kancil.
"Wa'alaikumussalam warahmatullohi wabarokatuh," jawab si tokek. "Wah, mau jalan-jalan kemana, Cil?"
"Oooo aku baru saja lari pagi, tokek," jawab si kancil "Bukankah lari pagi itu sangat baik buat kesehatan kita. Racun-racun yang ada di kulit kita akan keluar bersama air keringat. Jadi tubuh kita semakin sehat!"
"O begitu ya, Cil?"
"Iya, tokek. O iya , Tokek, tadi aku dipanggil Raja, katanya sang Raja mau bepergian jauh. Nah, beliau memberikan perintah agar aku memberikan tongkat ajaibnya kepada kamu untuk merawat dan menjaganya selama Raja bepergian." kata si kancil
Si tokek terdiam keheranan. "Apakah benar ucapan si kancil ini?" pikir si tokek. "Bukankah di kerajaan banyak para prajurit yang layak bertugas menjaganya?"
"Bagaimana...kamu mau atau tidak, tokek ?"
"Tapi.....???!!!" si tokek bingung dan terdiam.
"Lho..kamu kok sepertinya ragu dengan ucapanku?" kata si kancil. "Bukankah selama ini kalian terkenal jujur dan suka menjaga amanah. Kalau kamu tidak mau maka aku akan mengembalikan amanah ini kepada baginda Raja."
"Engng...iya..iya...iya...aku mau," jawab si tokek tanpa berpikir panjang.
"Nah...gitu dong...silahkan kamu terima tongkat ajaib ini," kata si kancil sambil memberikan benda mirip tongkat kepada si tokek. "Tapi kamu harus hati-hati jangan sampai tongkat ini hilang ya!"
"Iya...iya...iya...insyaallah aku akan menjaganya...ini khan perintah sang raja...jadi suatu kehormatan bagiku mendapat amanahnya."
Kemudian si tokek menerima sebuah benda mirip tongkat. Benda itu berasal dari potongan dahan pohon yang dibentuk mirip tongkat. Ukurannya cukup besar dan berat. Si tokek merasa kesulitan menerima dan mengangkat tongkat tersebut. Tubuhnya terlalu kecil dan dirinya kesulitan mengangkatnya. Oleh karena itu si tokek meletakkan begitu saja tongkat tersebut di pinggir sungai. Si kancil tersenyum melihat tingkah temannya sambil berjalan meninggalkan si tokek.
Si tokek terdiam dan tidak mengerti mengapa ia begitu saja menerima perintah si kancil.
"Tapi ini perintah raja, aku tidak boleh menolaknya. Aku harus melaksanakannya," kata si tokek.
Setiap hari si tokek senantiasa setia menjaga tongkat ajaib sang raja. Demi menjaga amanah sang Raja dia rela tidak pergi terlalu jauh sebab takut tongkat tersebut hilang.
Setiap hari si tokek senantiasa setia menjaga tongkat ajaib sang raja. Demi menjaga amanah sang Raja dia rela tidak pergi terlalu jauh sebab takut tongkat tersebut hilang.
Suatu hari, kerajaan Antah Berantah diguyur hujan yang sangat lebat. Air meluap kemana-mana. Begitu juga air sungai mulai meluap luap. Si tokek resah sebab tongkat ajaib sang raja yang dijaganya mulai terendam air sungai. Tidak lama kemudian tongkat tersebut mulai terhanyut terbawa aliran air sungai. Si tokek kebingungan. Kemudian dia berteriak-teriak meminta pertolongan : "Tolong..tolong...tolong...tongkat ajaib sang raja terhanyut...tolong..tolong...tongkat...tongkat....tongkat...tongkat...tongkat....!!!"
Si tokek makin kalut. Dia berlarian ke sana kemari sambil mencari-cari kemana tongkat yang dijaganya terhanyut. Namun usahanya sia-sia. Tongkat tersebut sudah lenyap terbawa derasnya air sungai.
Si tokek sedih. Ia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga amanah Sang Raja. Dia gagal menjalankan amanah sang raja. Oleh karena itu, demi menjaga amanah si tokek memutuskan untuk pergi mencari tongkat sang raja.
Si tokek makin kalut. Dia berlarian ke sana kemari sambil mencari-cari kemana tongkat yang dijaganya terhanyut. Namun usahanya sia-sia. Tongkat tersebut sudah lenyap terbawa derasnya air sungai.
Si tokek sedih. Ia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga amanah Sang Raja. Dia gagal menjalankan amanah sang raja. Oleh karena itu, demi menjaga amanah si tokek memutuskan untuk pergi mencari tongkat sang raja.
Si tokek mulai mengembara dari satu tempat ke tempat yang lain. Dan setiap kali ia berada pada suatu tempat ia senantiasa berteriak-teriak : " Tolong... tolong.... tolong.....tolong....tolong.... tolong...tongkat....tongkat..tongkat...tongkat...tongkat....!"
Dan sampai kinipun si tokek masih mengembara dari satu tempat ke tempat lain untuk menemukan tongkat ajaib sang Raja sambil berteriak-teriak : "TOLONG TOLONG TOLONG TOLONG ...TONGKAT....TONGKAT...TONGKAT...TONGKAT...TONGKAT....." Dan, sekarang kita sering mendengar si tokek masih selalu berteriak-teriak : "OTOK..OTOK...OTOK...OTOK...TOKEEEK...TOKEEEEK...TOKEEEEK...TOKEEEEK...
Sementara itu si kancil merasa bersalah kepada si Tokek. Dia takut berjumpa si tokek karena merasa berdosa telah berbohong tentang tongkat ajaib si raja yang ternyata bukan tongkat milik si Raja melainkan hanyalah potongan batang mahoni yang tergeletak di tepi sungai. 'TERNYATA KAMU MEMANG JUJUR DAN SENANTIASA MEMEGANG AMANAH, TOKEK".
selesai
sumenep, 27-2-2013
Dan sampai kinipun si tokek masih mengembara dari satu tempat ke tempat lain untuk menemukan tongkat ajaib sang Raja sambil berteriak-teriak : "TOLONG TOLONG TOLONG TOLONG ...TONGKAT....TONGKAT...TONGKAT...TONGKAT...TONGKAT....." Dan, sekarang kita sering mendengar si tokek masih selalu berteriak-teriak : "OTOK..OTOK...OTOK...OTOK...TOKEEEK...TOKEEEEK...TOKEEEEK...TOKEEEEK...
Sementara itu si kancil merasa bersalah kepada si Tokek. Dia takut berjumpa si tokek karena merasa berdosa telah berbohong tentang tongkat ajaib si raja yang ternyata bukan tongkat milik si Raja melainkan hanyalah potongan batang mahoni yang tergeletak di tepi sungai. 'TERNYATA KAMU MEMANG JUJUR DAN SENANTIASA MEMEGANG AMANAH, TOKEK".
selesai
sumenep, 27-2-2013


